Harapan Baru Untuk Penyembuhan Cerebral Palsy

Kasus penyakit Cerebral Palsy atau yang biasa disingkat CP, telah banyak menarik perhatian masyarakat dunia tidak terkecuali di Indonesia. Cerebral Palsy adalah penyakit yang disebabkan cidera atau pun perkembangan otak yang abnormal. CP umumnya terjadi pada masa pra-kelahiran bayi dan pertanda CP dapat dilihat saat anak berusia 6 bulan hingga 3 tahun. Cerebral palsy akan menyebabkan gerakan reflek yang berlebihan atau sering kali terjadi kekakuan, selain itu postur tubuh juga menjadi abnormal. Beberapa penderita Cerebral Palsy masih mampu berjalan, namun mengalami kegoyangan disaat berjalan, dan banyak dari penderita Cerebral Palsy yang harus menggunakan alat bantu seumur hidupnya berupa kursi roda.

Harapan Baru Untuk Penyembuhan Cerebral Palsy

Efek buruk dari cerebral palsy terhadap si penderitanya amat bervariasi, penderita CP sering kali mempunyai beberapa kelainan lainnya dan masih berkaitan terhadap terganggunya perkembangan pada otak, contohnya penderita CP biasanya juga mengalami disabilitas intelektual, mengalami masalah pada penglihatan atau pun pendengaran, dan ada pula yang mengalami kejang. Ketegangan otot gerak akibat Cerebral Palsy, mengganggu kemampuan sistem motorik pada tubuh si penderitanya. Kemampuan sistem motorik tubuh yang terganggu, menjadikan seseorang kesulitan untuk melakukan pergerakan dan kesulitan berkoordinasi dengan anggota-anggota gerak tubuhnya. Tindakan medis berupa perawatan dan terapi biasanya membantu kurangi efek buruk dari cerebral palsy, dan sebagian penderita CP juga mengalami peningkatan kemampuan sistem motorik

Sebenarnya penyebab utama Cerebral Palsy belum dapat dipastikan, tetapi kasus CP biasanya disebabkan permasalahan saat kelahiran terjadi kerusakan otak atau pun kurangnya asupan oksigen pada otak, oleh karena itu bayi yang lahir premature beresiko lebih besar terserang Cerebral Palsy. Kemungkinan penyebab lainnya, bisa dikarenakan terjadinya infeksi, baik gangguan kesehatan pada ibu yang menginfeksi janin dalam kandungan. Selain itu kelainan genetik juga disebut-sebut dapat menjadi salah satu penyebab Cerebral Palsy. Selain itu, bayi prematur juga menjadi salah satu faktor yang riskan untuk menderita penyakit CP.

Baik anak-anak maupun orang dewasa yang menderita Cerebral Palsy membutuhkan perawatan medis dalam jangka panjang yang disesuaikan dengan tingkat keparahan yang diderita. Perawatan tersebut berupa mengkonsumsi obat, terapi hingga tindakan pembedahan. Mengkonsumsi obat bertujuan untuk mengurangi tegang otot, mengatasi rasa sakit serta mencegah komplikasi yang terkait dengan kelunturan otot. Selain obat, terapi juga dianjurkan, meliputi terapi fisik, terapi okupasi dan terapi wicara. Dalam beberapa kasus Cerebral Palsy, tindakan pembedahan juga dilakukan akibat kelainan tulang atau untuk mengurangi kejang otot.

Langkah perawatan medis terhadap penderita Cerebral Palsy umumnya hanyalah bersifat meminimalisir atau mencegah keparahan akibat dampak buruk Cerebral Palsy, tetapi bukanlah untuk penyembuhan Cerebral Palsy atau memperbaiki kondisi si penderita. Perkembangan medis modern saat ini telah berusaha untuk menemukan sebuah solusi bagi penderita Cerebral Palsy dengan tindakan Sel Punca atau yang biasa disebut Stem Cell. Menurut clinicaltrials.gov, sudah banyak penelitian Stem Cell berfokus dalam kasus pengobatan Cerebral Palsy. Penelitian tersebut menganalisa mekanisme dan keamanan penerapapan Stem Cell terhadap Cerebral Palsy. Tim dokter Jerman, india, China dan korea pun dilaporkan telah berhasil mengobati anak-anak penderita Cerebral Palsy dengan metode Stem Cell.

Diharapkan seiring terus diadakannya penelitian, Stem Cell dapat benar-benar mampu menjadi solusi utama bagi penyembuhan Cerebral Palsy. Meskipun saat ini penelitian medis di seluruh dunia belum selesai, namun pasien-pasien Cerebral Palsy yang telah menerima tindakan Stem Cell menunjukan hasil yang cukup memuaskan, dan tentunya penelitiian masih harus terus dilanjutkan untuk pemantauan efek samping. Anak-anak penderita Cerebral Palsy yang segera mendapatkan penanganan memiliki potensi lebih baik untuk mencapai kesembuhan. Metode Stem Cell di Indonesia juga telah tersedia. Terdapat 11 tempat yang melayani dan mendapatkan izin resmi Kemkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia). Dengan 2 rumah sakit ditunjuk sebagai Pembina.
1. RS Dr. Cipto Mangunkusumo (Sebagai Pembina)
2. RS Dr. Soetomo (Sebagai Pembina)
3. RS Dr. M. Djamil, Padang, Sumatera Barat.
4. RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.
5. RS Fatmawati.
6. RS Kanker Dharmais.
7. RS Persahabatan.
8. RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung.
9. RS Dr. Sardjito, Yogyakarta.
10. RS Dr. Karyadi, Semarang.
11. RS Sanglah, Bali

 

 

 
Referensi :
1. http://health.liputan6.com/read/2020183/11-rumah-sakit-jadi-rujukan-terapi-sel-punca-di-indonesia
2. https://www.facebook.com/ScienceNaturePage/videos/991556914309900/
3. http://www.eurostemcell.org/cerebral-palsy-how-could-stem-cells-help
4. http://www.stemcellcareindia.com/diseases/cerebral-palsy-stem-cell-treatment/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s